Yahoo Web Search

  1. About 151,000 search results
  1. Victoria Herrmann is an American polar geographer and climate change communicator.She is the Managing Director of The Arctic Institute, a National Geographic Explorer, and Assistant Research Professor at Georgetown University’s Walsh School of Foreign Service, where her research focuses on Arctic cooperation and politics and climate change adaptation in the US and US Territories.

  2. Made Gede Wisdu Saskara * Corresponding Author Universitas Indonesia Indonesia Menamatkan sekolah magister dari Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (2011), dan gelar sarjana dari Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia (2003).

    • Made Gede Wisdu Saskara
    • 2018
  3. 1 Juli 2017. Kurnia, Novi. 2004. Representasi Maskulinitas dalam Iklan. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 8 (1), 18-24. Diakses 6 November 2017. Robiansyah, Ahmad. 2015, konstruksi realitas kaum perempuan dalam film wanita tetap . wanita”(analisis. semiotika film wanita tetap wanita. Ilmu Komunikasi,Fisip-Unmul. Diakses 5 November 2017.

  4. 3 Wikipedia, “Perkembangan Media Massa Di Indonesia”, Wikipedia.org, Diakses 20 juli 2017 4 Wawan Kuswandi, Komunikasi Massa Sebuah Analisis Media Televisi, (Jakarta, Rineka Cipta: 1996), Hal. 30 5 Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 32 Tahun 2002, Tentang Penyiaran, (bab1 ketentuan umum, pasal1 ayat 9), Hal. 5

  5. PDF. Download Full PDF Package. MAKALAH OPTIK OLEH: KELOMPOK 2 1. Amien Rachman (P1337430217037) 2. Bidha Anita (P1337430217023) 3. Ega Nanda Aprilia (P1337430217038) 4. Fenny Afifah (P1337430217077) 5. Filana Hatta Noor (P1337430217051) 6. Intan Puspita Sari (P1337430217041) 7.

    • Muhammad Sabri
  6. Vol. 9 No. 2 Juli 2018 47 FILM SEBAGAI ASET DIPLOMASI BUDAYA Hari Suryanto 1 dan Mariani Amri 2 1 Dosen President University, Indonesia 2 Dosen President University, Indonesia E-mail: harisuryanto ...

    • Geografi
    • Sejarah
    • Politik Dan Pemerintahan
    • Demografi
    • Seni Dan Budaya
    • Bacaan Lanjutan
    • Pranala Luar

    Batas wilayah

    Berikut merupakan batas wilayah Provinsi Bengkulu.

    Di wilayah Bengkulu pernah berdiri kerajaan-kerajaan yang berdasarkan etnis seperti Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung, dan Kerajaan Marau Riang. Di bawah Kesultanan Banten, mereka menjadi vazal. Sebagian wilayah Bengkulu, juga pernah berada di bawah kekuasaan Kerajaan Inderapurasemenjak abad ke-17. British East India Company (EIC) sejak 1685 mendirikan pusat perdagangan lada. Bencoolen/Coolen yang berasal dari bahasa Inggris Cut Land yang berarti tanah patah wilayah ini adalah wilayah patahan gempa bumi yang paling aktif di dunia dan kemudian gudang penyimpanan di tempat yang sekarang menjadi Kota Bengkulu. Saat itu, ekspedisi EIC dipimpin oleh Ralph Ord dan William Cowley untuk mencari pengganti pusat perdagangan lada setelah Pelabuhan Banten jatuh ke tangan VOC, dan EIC dilarang berdagang di sana. Traktat dengan Kerajaan Selebar pada tanggal 12 Juli 1685 mengizinkan I...

    Daftar kecamatan, desa, dan kelurahan

    Provinsi Bengkulu terdiri dari 9 kabupaten, 1 kotamadya, 128 kecamatan, 172 kelurahan, dan 1.341 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan mencapai 1.962.044 jiwa dengan total luas wilayah 19.919,33 km².

    Daftar gubernur

    Catatan

    Perwakilan

    DPRD Provinsi Bengkulu beranggotakan 45 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD Provinsi Bengkulu terdiri dari 1 Ketua dan 3 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD Provinsi Bengkulu yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 2 September 2019 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Bengkulu, Muhammad Idroes, di Ruang Paripurna Gedung DPRD Provinsi Bengkulu. Komposisi anggo...

    Suku bangsa

    Provinsi Bengkulu termasuk sebagai provinsi yang heterogen, secara khusus terkait suku bangsa. Suku asli Bengkulu sendiri memiliki beragam suku, seperti suku Rejang, Suku Serawai, Mukomuko, Enggano, Kaur, Lembak, Pekal dan lainnya. Sementara suku lain dari berbagai daerah di Indonesia, suku Jawa merupakan suku terbanyak dari luar pulau Sumatra. Adapula orang Sumatra Selatan, suku Minangkabau, Sunda, Melayu, Batak, dan lainnya. Berdasarkan data dari Sensus Penduduk Indonesia 2010, berikut ini...

    Bengkulu memiliki kerajinan tradisional batik besurek, yakni kain batik yang dihiasi huruf-huruf Arab gundul dan diakui oleh pemerintah Republik Indonesia sebagi salah satu bagian warisan budaya Republik Indonesia serta turut memperkaya khazanah budaya di Indonesia. Kebudayaan Bengkulu sangat kental bercirikan dengan budaya Melayu yang memiliki beberapa ciri berbeda karena dipengaruhi oleh suku-suku berbeda yakni kebudayaan Rejang, Melayu Serawai, Melayu Kaur, Mukomuko, Pekal dan Melayu Lembak. Budaya tabutmerupakan satu kultur unik yang memadukan tradisi lokal dengan Islam Syiah secara kultural.

    (Inggris) Miller, C. 1777. "An Account of The Island of Sumatra". Philosophical Transactions of the Royal Society of Londonpp. 160–179.

    (Indonesia) Situs web resmi pemerintah provinsi
    (Indonesia) Informasi Lengkap Seputar Bengkulu
    (Indonesia) Sejarah singkat Bengkulu[pranala nonaktif permanen]. Rujukan untuk bagian Sejarah.
    (Indonesia) ANTARANews Bengkulu. Rujukan untuk portal berita online terupdate Bengkulu.
  1. People also search for