Yahoo Web Search

  1. About 146,000 search results
  1. Daftar ensiklopedia daring - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Ikuti Wikipedia bahasa Indonesia di Facebook, Twitter, Instagram, dan Telegram.

  2. Aplikasi gratis teratas - Microsoft Store. Lompati ke konten utama. Microsoft. ... Wikio for Wikipedia. Gratis + ... Terjemahkan ke bahasa Indonesia.

    • Asal Usul Karikatur
    • Abad Ke-18 Dan Awal Abad Ke-19
    • Akhir Abad Ke-19
    • Awal Abad Ke-20
    • Akhir Abad Ke-20

    Walaupun gambar satire—seperti gambar hewan yang bertingkah laku seperti manusia—sudah ditemukan setidaknya sejak zaman Mesir Kuno, popularitas seni karikatur berasal dari Italia abad Renaisans. Pada mulanya, karikatur dibuat sebagai lelucon iseng oleh para seniman di studio, seperti Leonardo da Vinci dan Carracci bersaudara—Agostino dan Annibale serta Lodovico sepupu mereka, untuk menghibur dirinya sendiri atau kawan-kawannya dengan menggambar patron ataupun subjek lukisannya secara berlebihan. Carracci bersaudara diyakini sebagai seniman-seniman pertama yang terkenal akan karikatur mereka, dan Annibale diyakini sebagai orang pertama yang menggunakan istilah ritrattini carichi (potret yang dilebih-lebihkan). Selanjutnya, Pier Leone Ghezzi menekuni seni ini dan membangun kariernya dengan lebih dari 2.000 karya karikatur orang kebanyakan maupun tokoh terkenal. Karikatur-karikatur tersebut tidak dipublikasikan ataupun disebarluaskan, namun menjadi hiburan di kalangan elite. Setelah me...

    Karikatur sebagai bentuk seni lukis baru berkembang di Inggris setelah penerbitan sejumlah karya Ghezzi dan seniman Italia lainnya pada tahun 1744. Contoh karikaturis Inggris yang popular pada abad ke-18 adalah James Gillray, Thomas Rowlandson, dan George Cruikshank yang menggabungkan unsur karikatur dengan kartun menjadi kartun satire. Namun, pada tahun 1830-an karya-karya mereka sudah kurang popular di Inggris dan kemudian diekspor ke Prancis dalam mingguan La Caricature dan kemudian harian Le Charivari yang sangat sukses, keduanya dipimpin oleh Charles Philipon. Dua terbitan Charles Philipon tersebut membuat Prancis menjadi pusat baru perkarikaturan. Sejumlah karikaturis terbaik pada zaman itu dipekerjakan oleh Philipon; Paul Gavarni, J.J. Grandville, dan terutama Honoré Daumier, yang dianggap sebagai salah satu seniman paling terampil dalam sejarah karikatur. Baik Philipon maupun Daumier pernah ditahan akibat karikatur mereka di kedua terbitan tersebut yang meng-kritik pemerinta...

    Pada tahun 1868 di London, Thomas Gibson Bowles mulai menerbitkan Vanity Fair, majalah 'politik, sosial, dan kesusastraan' yang kemudian terkenal karena memuat karikatur berwarna yang menggambarkan politisi, tokoh sastra, raja atau ratu dari luar negeri, ilmuwan, olahragawan, dan tokoh-tokoh terkenal lain. Sebagian besar karikatur tersebut digambar oleh Carlo Pellegrini—kartunis Italia yang menggunakan nama samaran "Singe" (bahasa Prancis untuk monyet) dan "Ape" (bahasa Inggris untuk kera) untuk mencerminkan pekerjaannya, yaitu menirukan subjeknya dengan tidak sempurna (to ape, dalam bahasa Inggris)—dan Leslie Ward ("Spy"), walaupun banyak seniman lain juga berkarya untuk majalah tersebut. Setiap karikatur tersebut diberi komentar yang mengolok-olokoleh Bowles dan editor-editor selanjutnya yang menggunakan nama samaran "Jehu Junior". Majalah ini disebut sebagai yang paling banyak dibaca oleh para pejabat dan orang kaya Inggris dibandingkan dengan mingguan lainnya. Karikatur Vanity F...

    Pada awal dekade ke-2 abad ke-20, Marius de Zayas, seorang karikaturis Meksiko yang hijrah ke New York, mengembangkan gaya seni lukis yang ia sebut karikatur abstrak. Selama berkarya di Meksiko maupun pada tahun-tahun pertamanya di New York, de Zayas menggunakan gaya yang realistik dan representasional. Namun, sewaktu mengunjungi Paris selama hampir setahun penuh dan setelah bertemu Picasso dengan gaya kubismenya, de Zayas mengungkapkan ketidakpuasannya atas metode karikatur tradisional. Sekembalinya ke Amerika Serikat pada tahun 1911, de Zayas mulai mengeksplorasi gaya barunya yang memadukan bentuk-bentuk geometris datar simetris dan persamaan-persamaan matematika. Dengan gaya karikaturnya itu, de Zayas disebut "menjembatani kesenjangan antara karikatur pesohor populer dalam media komersial dengan keprihatinan dunia seni avant-gardeuntuk menemukan cara inovatif menggambarkan manusia tanpa kemiripan tersurat". Seusai Perang Dunia I, popularitas karikatur berkembang secara dramatis d...

    Pada akhir 1960-an dan awal 1970-an, karikatur politik mengalami "kelahiran kembali" dalam masa yang oleh Steven Heller, direktur seni senior The New York Times, disebut sebagai "periode paling vital dalam perkarikaturan abad ke-20". Hal-hal seperti Perang Vietnam, skandal Watergate, kebudayaan pemuda, feminisme, dan hak-hak sipil menjadi sasaran karikaturis dan kartunis politik pada masa ini yang dipelopori oleh David Levine, Edward Sorel, dan Robert Grossman dari Amerika Serikat serta Ralph Steadman dan Gerald Scarfe dari Inggris. Karya mereka tampil di majalah-majalah seperti The New York Review of Books, New York, dan Esquiremaupun media protes lainnya. David Levine beberapa kali disebut sebagai karikaturis terhebat pada masanya. Karyanya tampil sebagai ilustrasi artikel pada majalah The New York Review of Books mulai tahun 1963 hingga 44 tahun kemudian, dan lebih dari 6.000 karikatur penulis, artis, dan politisi yang digambarnya dengan pena dan tinta dimuat di berbagai terbitan...

  3. Paris , Prancis Reykjavík , Islandia Campeche , Meksiko Referensi [sunting | sunting sumber] ^ "Region Hovedstaden" (dalam bahasa Danish). Region Hovedstaden . Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) ^ "General facts on The Øresund Region" . Oresundsregionen.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-06-14 . Diakses tanggal 2009-05-05 . ^ "Copenhagen I Define Copenhaguen at ...

    • abad ke-11
    • abad ke-13
    • Sejarah
    • Pembuatan
    • Karikatur Dan Persepsi Wajah
    • Penggunaan Moden
    • Pautan Luar

    Asal usul karikatur

    Walaupun gambar satire—seperti gambar hewan yang bertingkah laku seperti manusia—sudah ditemukan setidaknya sejak zaman Mesir Kuno, popularitas seni karikatur berasal dari Italia zaman Pembaharuan. Pada mulanya, karikatur dibuat sebagai lelucon iseng oleh para seniman di studio, seperti Leonardo da Vinci dan Carracci bersaudara—Agostino dan Annibale serta Lodovico sepupu mereka, untuk menghibur dirinya sendiri atau kawan-kawannya dengan menggambar patron ataupun subjek lukisannya secara berle...

    Abad ke-18 dan awal abad ke-19

    Karikatur sebagai bentuk seni lukis baru berkembang di United Kingdom setelah penerbitan sejumlah karya Ghezzi dan seniman Italia lainnya pada tahun 1744. Contoh karikaturis British yang popular pada abad ke-18 adalah James Gillray, Thomas Rowlandson, dan George Cruikshank yang menggabungkan unsur karikatur dengan kartun menjadi kartun satire. Namun, pada tahun 1830-an karya-karya mereka sudah kurang popular di United Kingdom dan kemudian diekspor ke Prancis dalam mingguan La Caricature dan k...

    Akhir abad ke-19

    jmpl|140px|Karikatur Benjamin Disraeli karya Carlo Pellegrini adalah karikatur pertama pada majalah Vanity Fair terbitan London. Pada tahun 1868 di London, Thomas Gibson Bowles mulai menerbitkan Vanity Fair, majalah 'politik, sosial, dan kesusastraan' yang kemudian terkenal karena memuat karikatur berwarna yang menggambarkan politisi, tokoh sastra, raja atau ratu dari luar negeri, ilmuwan, olahragawan, dan tokoh-tokoh terkenal lain. Sebagian besar karikatur tersebut digambar oleh Carlo Pelleg...

    jmpl|150x150px Dalam membuat karikatur, karikaturis melakukan pemerhatian untuk menentukan ciri khas menonjol subjeknya berbeda dari orang lain untuk dilebih-lebihkan dalam lakaran tersebut. Karikaturis membandingkan wajah subjeknya dengan wajah orang rata-rata, sebelum melebih-lebihkan perbedaannya.Misalnya, jika subjek karikatur memiliki hidung yang lebih panjang dibandingkan orang rata-rata, gambaran hidung subjek tersebut di karikaturnya akan jauh lebih panjang. Namun, bagaimana ciri khas tersebut dilebih-lebihkan sering bergantung pada gaya penggambaran karikaturis yang tersendiri. Sebagaimana ditinjau ulang oleh Susan E. Brennan, karikaturis mulai membuat karikaturnya dengan model anatomi proporsi wajah yang digeneralisasi. Banyak karikaturis memiliki sejumlah fotofigur publik untuk membuat karikaturnya dan selalu menggunakan lebih dari satu foto. Karikaturis dapat pula mempelajari sejumlah foto subjeknya dan kemudian menggambar berdasarkan ingatan.

    Penggunaan karikatur dalam pengenalan wajah dan persepsi wajah telah ditelaah dalam bidang psikologi kognitif, persepsi visual, visi komputer, dan pengenalan pola. Penelitian menunjukkan bahawa gambar wajah yang dilebih-lebihkan—menggunakan sistem pembuat karikatur terkomputerisasi seperti yang disebutkan di atas—secara umum lebih mudah dikenali daripada foto orang tersebut. Hal ini dikenal sebagai caricature effect ('efek karikatur'). Penelitian juga menunjukkan adanya reverse-caricature effect ('efek karikatur balik'), iaitu bahawa orang yang sudah pernah melihat karikatur seseorang kemudian menjadi lebih mudah mengenali foto orang tersebut. Fenomena ini diduga disebabkan oleh ciri-ciri wajah yang memang berbeda dan dilebih-lebihkan dalam karikatur membuat wajah lebih mudah dikenali. Ciri-ciri wajah yang lain daripada yang lain merupakan hal penting dalam pengenalan wajah dan wajah yang memiliki ciri khusus memang lebih mudah dikenali daripada wajah yang umum. Karikatur juga telah...

    Selain satira politik dan tokoh masyarakat, kebanyakan karikatur kontemporari digunakan sebagai hadiah atau cenderamata, yang sering ditarik oleh penjaja jalanan. Untuk bayaran yang kecil, karikatur boleh ditarik khusus (dan cepat) untuk penaung. Ia popular di pameran jalan, karnival, dan juga perkahwinan, sering dengan hasil yang lucu. Artis karikatur juga menjadi tarikan popular di banyak tempat yang sering dikunjungi oleh pelancong, terutama papan tepi pantai lautan, di mana pelancong boleh mempunyai karikatur lucu yang dilukis dalam beberapa minit untuk bayaran yang kecil. Artis karikatur kadangkala boleh disewa untuk pihak, di mana mereka akan melukis karikatur para tetamu untuk hiburan mereka.

  4. Televisi di Indonesia dimulai saat TVRI sebagai stasiun televisi pertama mengudara untuk pertama kali pada tahun 1962. TVRI memonopoli siaran televisi di negara ini sampai tahun 1989, ketika stasiun televisi swasta pertama, RCTI memulai siarannya sebagai stasiun televisi lokal dan kemudian diberikan izin untuk mengudara secara nasional setahun kemudian.

  5. Sep 11, 2021 · Jawaban (1 dari 2): Ruangguru Adventure itu fitur gamification dari Ruangguru. Ruangguru Adventure membuat belajar seperti bermain game. Jadi saat kita belajar di Ruangbelajar, akan ada reward berupa XP dan Gold yang bisa didapatkan untuk naik level, ada juga Avatar yang bisa di custom sama Teman...

  1. People also search for